Septiani

The Pensieve
shoomz:

Too often I come across sisters who feel that the void missing in their life can only be filled by romantic ‘love’.

SubhanAllah, ukhti if only you knew the infinite love your creator has for you. Does he not know you better than any other being. Is he not closer to you than your own jugular vein? Then why not reserve your love for him. 

Thrust all your efforts into building a relationship with your lord first and foremost, and then, verily he shall deliver to you a man deserving of your love, a man who will take you with him to Jannah.

shoomz:

Too often I come across sisters who feel that the void missing in their life can only be filled by romantic ‘love’.

SubhanAllah, ukhti if only you knew the infinite love your creator has for you. Does he not know you better than any other being. Is he not closer to you than your own jugular vein? Then why not reserve your love for him.

Thrust all your efforts into building a relationship with your lord first and foremost, and then, verily he shall deliver to you a man deserving of your love, a man who will take you with him to Jannah.

(via ya-allah)

Kalo lo tetep inget masa lalu, masa depan akan ngejauh dari lo.

Efendi (via dinamukhshyyy)

Kamu pernah bertanya apa itu Ikhlas?, ikhlas adalah ketika kamu tak pernah lagi merasa tersakiti atas kehilangan..

(via fauzan-arif)

(via wznipradana)

Kamu sesederhananya bahagia yang terlalu istimewa bagi saya.

Pramesti Laksmi (via estipilami)

Is it?

Is it?

(via cutesecrets)

Man saara ala darbi washala : Siapa yang berjalan di jalannya, akan sampai tujuan

Jalan apa yang aku tempuh? Jalur mana yang aku ambil? Sampai kemana tujuan yang aku ingin capai? Entahlah, semua terasa kabur.

Rantau 1 Muara - A.Fuadi

(via kurniawangunadi)

9gag:

Baby’s laughter..

9gag:

Baby’s laughter..

Jarak Sosial

Terkait hari ini, saya jadi ingat satu momen di mana ada seorang teman bicara ke saya,

“Ti, kok mau sih tumblr -nya di link ke twitter?”

Tentu saja dengan nada bercanda.

Menjawab pertanyaan itu, bukan masalah malu atau tidak. Memang dari awal saya ingin unconnect tumblr-twitter karena akhir-akhir ini sering asal reblog post orang, yang kemudian berujung pada “sampah link” di twitter, yang akhirnya akan saya delete satu persatu. Namun, keinginan itu belum juga tercapai hingga kini tanpa alasan yang jelas.

Teman saya bilang kalau dia bukan tipikal orang yang suka kalau blognya dibaca. Dosen saya juga bilang kalau kita harus punya jarak sosial di sosial-media.

Tapi sejauh mana jarak sosial yang saya ciptakan, saya lah yang menentukan.

Nggak cuma di sosial-media, di kehidupan nyata saya kira kita juga butuh jarak sosial dengan orang-orang di sekeliling, bahkan dengan orang paling dekat sekalipun. Saya juga orang yang percaya bahwa di balik keterbukaan seseorang dengan orang lain, sebesar apapun keterbukaan itu, pasti ada rahasia di dalamnya yang orang itu tidak mau tahu orang lain tahu.

Tapi kembali lagi ke awal bahwa terbuka atau tidaknya seseorang dengan yang lainnya ialah relatif. Tiap orang punya ukuran masing-masing mengenai perlu atau tidaknya suatu hal diceritakan atau tidaknya ke orang lain. Mungkin beberapa berpendapat, “ah, lo masa nggak mau cerita sih”. Sisanya mikir “kok hal kayak gitu diceritain ke orang lain sih?”.

Relatif.

Semoga ini bisa menegaskan jawaban dari pertanyaan teman yang sebenarnya sudah dijawab di tempat tadi siang :)

Kalian tahu mengapa aku jatuh cinta pada Yogyakarta? Karena setiap sudutnya selalu menjanjikan berbagai hal yang menyenangkan.

Intan Kirana dalam Prosa Layang-Layang (via kuntawiaji)

…memang akan ada yang mengatakan, bukankah kejahatan yang dilakukan pelaku juga keji, dan merenggut hak esensial manusia, seperti pembunuhan. Saya tidak membantah itu, namun bagi saya, adalah hal yang “menenangkan” bila kejahatan tidak harus dibalas dengan kejahatan lainnya.

Mas Iqrak, terkait pidana mati